“ Beruntung saya
dilahirkan dari keluarga yang tidak berada, karena dengan saya dilahirkan dari
keluarga yang tidak berada saya belajar bagaimana menghargai orang yang tidak
punya sehingga nanti ketika Alloh takdirkan saya menjadi orang berada(kaya financial)
saya bisa menjaga, menghargai, dan merasakan apa yang dirasakan oleh mereka
yang tidak punya ‘’ Elisa Ramanda (ER)
“ Bukan saya tidak
mampu menjawab & menentang apa yang kalian perlakukan kepada saya, tapi
saya hanya akan menjawab & menentang perlakuan kalian dengan menunjukkan
Betapa Besar kekuatan perlakuan kalian hingga saya mampu lebih unggul
dibandingkan kalian. Saya yakin & percaya Alloh itu tidak tidur, ia melihat
dan mendengar jeritan orang yang terzalimi. ‘’ Elisa Ramanda (ER)
“ ketika nanti saya
mampu sedikit lebih baik dari anda “Orang-orang yang menghina saya” hal yang
pertama kali saya lakukan adalah memberi senyuman dan berterimakasih atas
hinaannya ‘’ Elisa Ramanda (ER).
“ Bukan dengan
harta saya belajar kekuasaan, bukan dengan tahta saya belajar kedewasaan, dan
bukan dengan kekuatan saya belajar kesabaran tapi dengan 3 hal tersebut saya
belajar bahwa harta, tahta, dan kekuatan tak akan mampu menjatuhkan orang yang
selalu belajar untuk memahami semua hanya titipan sang Illahi Robbi.’’ Elisa Ramanda (ER)
“ Aku tak akan
meminta apapun dari anda sekalian, karena saya tahu bahwa anda sekalian tidak
akan dapat memberi saya sesuai apa yang saya minta. Saya mau anda jangan ganggu
hidup saya meskipun saya harus mati karena anda tidak membantu saya.” Elisa Ramanda (ER)
“ Terima kasih
untuk orang-orang yang berjasa untuk hidup saya, tapi jangan pernah berharap
anda dapat menaklukkan & menundukkan saya menjadi orang yang menyembah anda
serta menistakan harga diri saya. ‘’ Elisa Ramanda (ER)
Saya tidak pernah
dididik orang tua saya untuk menghina dan menjatuhkan anda meski anda terus
menjatuhkan orang tua saya, tapi saya bisa membuat anda sangat terhina meski
hanya dengan sebuah DOA.” Elisa Ramanda (ER)
Ketika orang yang
saya sayang di ambil oleh Alloh, dari situ lah saya belajar bahwa tidak semua
orang tulus menyayangi saya dan keluarga saya. Meski orang tersebut masih dalam
ikatan darah. Tapi justru orang yang tak saya harapkanlah yang tulus menyayangi
saya.’’ Elisa Ramanda (ER)
Sejak kecil saya
belajar ketidakpunyaan, tapi sekarang saya akan belajar menghargai
ketidakpunyaan saya untuk tidak menyakiti hati orang yang juga tidak punya. Karena
saya tau sakitnya ketidakpunyaan dan sakitnya terhina serta perihnya tidak
dianggap karena ketidakpunyaan. Jadi ketika nanti saya punya maka saya akan
membuat anda merasakan ketidakpunyaan. Bukan saya balas dendam, tapi saya hanya
mau menyadarkan anda bahwa beginilah sakitnya saya ketika ketidakpunyaan ada
pada diri saya sehingga anda dapat menghargai ketidakpunyaan pada diri orang
lain.’’ Elisa Ramanda (ER)
Saya tak akan mampu
membayar segala kebaikan anda tapi ingat saya mampu memberi segala yang saya
punya kepada anda untuk menunjukkan bahwa saya bukan orang yang tak tahu
berterimakasih.” Elisa Ramanda (ER)
“ beningnya kaca
itu terkadang menipu penglihatan bagai sebuah difraksi cahaya yang terlihat ada
tapi nyatanya tak ada dan kini aku kau bagai sebuah difraksi yang ada, terlihat
manis tapi ternyata kau menusukku dari belakang. Terima kasih aku tau kamu dan
aku tau betapa busuknya kamu.” Elisa Ramanda (ER)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar