Kamis, 30 Oktober 2014

“ Beruntung saya dilahirkan dari keluarga yang tidak berada, karena dengan saya dilahirkan dari keluarga yang tidak berada saya belajar bagaimana menghargai orang yang tidak punya sehingga nanti ketika Alloh takdirkan saya menjadi orang berada(kaya financial) saya bisa menjaga, menghargai, dan merasakan apa yang dirasakan oleh mereka yang tidak punya ‘’ Elisa Ramanda (ER)

“ Bukan saya tidak mampu menjawab & menentang apa yang kalian perlakukan kepada saya, tapi saya hanya akan menjawab & menentang perlakuan kalian dengan menunjukkan Betapa Besar kekuatan perlakuan kalian hingga saya mampu lebih unggul dibandingkan kalian. Saya yakin & percaya Alloh itu tidak tidur, ia melihat dan mendengar jeritan orang yang terzalimi. ‘’ Elisa Ramanda (ER)

“ ketika nanti saya mampu sedikit lebih baik dari anda “Orang-orang yang menghina saya” hal yang pertama kali saya lakukan adalah memberi senyuman dan berterimakasih atas hinaannya ‘’ Elisa Ramanda (ER).

“ Bukan dengan harta saya belajar kekuasaan, bukan dengan tahta saya belajar kedewasaan, dan bukan dengan kekuatan saya belajar kesabaran tapi dengan 3 hal tersebut saya belajar bahwa harta, tahta, dan kekuatan tak akan mampu menjatuhkan orang yang selalu belajar untuk memahami semua hanya titipan sang Illahi Robbi.’’ Elisa Ramanda (ER)

“ Aku tak akan meminta apapun dari anda sekalian, karena saya tahu bahwa anda sekalian tidak akan dapat memberi saya sesuai apa yang saya minta. Saya mau anda jangan ganggu hidup saya meskipun saya harus mati karena anda tidak membantu saya.” Elisa Ramanda (ER)

“ Terima kasih untuk orang-orang yang berjasa untuk hidup saya, tapi jangan pernah berharap anda dapat menaklukkan & menundukkan saya menjadi orang yang menyembah anda serta menistakan harga diri saya. ‘’ Elisa Ramanda (ER)

Saya tidak pernah dididik orang tua saya untuk menghina dan menjatuhkan anda meski anda terus menjatuhkan orang tua saya, tapi saya bisa membuat anda sangat terhina meski hanya dengan sebuah DOA.” Elisa Ramanda (ER)

Ketika orang yang saya sayang di ambil oleh Alloh, dari situ lah saya belajar bahwa tidak semua orang tulus menyayangi saya dan keluarga saya. Meski orang tersebut masih dalam ikatan darah. Tapi justru orang yang tak saya harapkanlah yang tulus menyayangi saya.’’ Elisa Ramanda (ER)

Sejak kecil saya belajar ketidakpunyaan, tapi sekarang saya akan belajar menghargai ketidakpunyaan saya untuk tidak menyakiti hati orang yang juga tidak punya. Karena saya tau sakitnya ketidakpunyaan dan sakitnya terhina serta perihnya tidak dianggap karena ketidakpunyaan. Jadi ketika nanti saya punya maka saya akan membuat anda merasakan ketidakpunyaan. Bukan saya balas dendam, tapi saya hanya mau menyadarkan anda bahwa beginilah sakitnya saya ketika ketidakpunyaan ada pada diri saya sehingga anda dapat menghargai ketidakpunyaan pada diri orang lain.’’ Elisa Ramanda (ER)

Saya tak akan mampu membayar segala kebaikan anda tapi ingat saya mampu memberi segala yang saya punya kepada anda untuk menunjukkan bahwa saya bukan orang yang tak tahu berterimakasih.” Elisa Ramanda (ER)

“ beningnya kaca itu terkadang menipu penglihatan bagai sebuah difraksi cahaya yang terlihat ada tapi nyatanya tak ada dan kini aku kau bagai sebuah difraksi yang ada, terlihat manis tapi ternyata kau menusukku dari belakang. Terima kasih aku tau kamu dan aku tau betapa busuknya kamu.” Elisa Ramanda (ER)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar