Rabu, 05 November 2014

.. MANFAAT TIDUR DALAM GELAP....

.. MANFAAT TIDUR DALAM GELAP....


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ...

Tidur dalam gelap telah dikabarkan Rasulullah sejak 14 abad silam :
"PADAMKANLAH LAMPU dI MALAM HARI APABILA KAMU AKAN TIDUR, Tutuplah pintu, tutuplah rapat-
rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (HR.Muttafaq'alaih)..

Menurut Biologi & Medis ...


Mari kita bahas dari segi sains dan kesehatannya. Semakin malam semakin gelap tubuh kita akan
merasa lelah dan mengantuk. Ini jelas wajar, sintesis dan sekresi hormon melatonin oleh kelenjar
pineal meningkat seiring dengan semakinnya malam. Hormon inilah yang menyebabkan kita menjadi
mengantuk di malam hari. Fungsi dari rasa kantuk adalah sebagai sinyal positif tubuh agar segera mengistirahatkannya.  Hormon yang mempengaruhi irama sirkadian ini kemudian akan menyesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi antara siklus tidur dengan siklus pergantian siang dan malam di lingkungan.


Seorang Biolog, Joan Roberts menemukan rahasia setelah melakukan percobaan pada hewan. Ketika hewan tersebut diberi cahaya buatan pada malam hari, melantonin nya(salah satu hormon
dalam sistem kekebalan yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker
payudara dan kanker prostat) menurun dan sistem kekebalan
tubuhnya melemah.  Rupanya, cahaya Lampu – seperti juga TV – menyebabkan hormon
menjadi sangat lelah. Keadaan malam yang gelap diam-diam berkolaborasi dengan tubuh. Hanya
dalam keadaan yang benar-benar gelap tubuh menghasilkan
Melantonin. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam
hari – sekecil apapun sinarnya menyebabkan Produksi hormon
melantonin terhenti.  


Tidur yang berkualitas dalam artian bahwa dalam selang waktu selama kita tidur, otak kita benar-benar dalam keadaan beristirahat. Sinar cahaya saat kita tidur menjadikan kualitas tidur kita kurang baik, ini dikarenakan sinar tersebut masih berperan sebagai perangsang stimulator kerja otak.
Secara ilmiah, cahaya yang ada dalam ruangan tidur akan menembus sampai bagian mata kita
walaupun dalam keadaan terlelap, sinar tersebut akan memasuki ruangan stimulator yang nantinya
direspon oleh otak.
 

Dengan kata lain walaupun mata kita terpejam, tetapi jika ada
cahaya yang bersinar maka otak kita akan bekerja untuk merespon atau mengartikan cahaya yang
masuk tersebut. Tidur yang berkualitas di malam hari merupakan upaya optimalisasi
dalam detoksifikasi untuk  menetralisir toksin yang mengontaminasi tubuh.
Detoksifikasi tubuh, terjadi terutama pada hati, tercapai optimal saat tidur. Mekanisme
tersebut berkaitan erat dengan diproduksinya antioksidan sebagai penetral toksin.
 

Pada tidur yang berkualitas, detoksifikasi hati dapat berjalan optimal, khususnya dalampembentukan asam amino glutathione sebagai antioksidan yang menetralisasi stres oksidatif dan radikal bebas. Tidur Mati Lampu mencegah KANKER PAYUDARA ....
 

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert
mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini
adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.
 

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan
berhenti. Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga
meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak
disarankan.
 

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku 'Avoiding Cancer One Day At A Time' juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain.

Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena
penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.
Pentingnya tidur malam hari dengan mematikan lampu baru-baru ini juga diteliti oleh para ilmuwan
dari Inggris dan Israel. Peneliti menemukan ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa
memicu ekspresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.  Para ilmuwan mengklaim jika seseorang terbangun di malam hari dan menyalakan lampu selama beberapa detik, maka bisa menyebabkan perubahan biologis yang mungkin mengarah ke kanker.


Jika pada penelitian sebelumnya tidur malam dengan lampu terang dikaitkan dengan peningkatan
risiko kanker payudara dan kanker prostat. Maka pada penelitian terbaru ini menunjukkan paparan jangka pendek juga bisa dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.
"Orang-orang yang bangun di malam hari disarankan untuk tidak menyalakan lampu. Kami percaya
bahwa setiap kali menyalakan cahaya buatan pada malam hari akan memiliki dampak pada jam
biologis tubuh, karena ini adalah mekanisme yang sensitif," ujar Dr Rachel Ben-Sclomo dari University
of Haifa.  Dr Rachel menambahkan bahwa ini adalah temuan terbaru dan masih sebatas penelitian pendahuluan.  


Namun kini ia dan tim tengah menganalisa wilayah ini secara lebih mendetail. Hasil ini juga telah
dilaporkan dalam jurnal Cancer Genetics and Cytogenetics.  Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia. Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap
dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang,
bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat
menghentikan produksi zat melatonin.  Tubuh memerlukan zat kimia untuk
mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak
menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.
 

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit.  Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.  Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir.  Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.  Sebuah konferensi tentang anak
penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu
waktu tidur.  Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara
jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker
payudara.
 

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap
melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker.  Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada
kegelapan.
 

Mari Hidup sehat ala Rasulullah ..
Indahnya IslamKu ..

dikutip dari R.Syarif Ario Dgs.
 

Semoga kita dapat mengambil
pengetahuan yang bermanfaat dan
bernilai ibadah

Tidak ada komentar :

Posting Komentar